
Manhaj Haraki 1
Pengantar Penerbit vii
Kata Pengantar: K.H. Rahmat Abdullah ix
Daftar Isi xix
Pendahuluan 1
Apa yang Dimaksud dengan Manhaj Haraki 10
BAGIAN PERTAMA
PERIODE PERTAMA
BERDA'WAH SECARA SEMBUNYI-SEMBUNYI DAN MERAHASIAKAN STRUKTUR ORGANISASI
Karakteristik Periode Pertama
Karakteristik Pertama: Da'wah Secara Rahasia
Karakteristik Kedua: Pelaksanaan Da'wah atas Dasar Pilihan
Karakteristik Ketiga: Berda'wah Melalui Intelektualitas Da'i dan Status Sosialnya
Karakteristik Keempat: Da'wah Secara Umum
Karakteristik Kelima: Peranan Wanita pada Periode Sirriyah
Karakteristik Keenam: Shalat
Karakteristik Ketujuh: Pengetahuan Orang Quraisy tentang Da'wah
Karakteristik Kedelapan: Hidup Berdampingan antara Kaum Muslimin dan Orang Lain
Karakteristik Kesembilan: Memfokuskan pada Pembinaan Aqidah
Karakteristik Kesepuluh: Berda'wah secara Terang-terangan Setelah Terbentuk Kader-Kader Inti yang Kuat
PERIODE KEDUA
BERDA'WAH SECARA TERANG-TERANGAN
DAN MERAHASIAKAN STRUKTUR ORGANISASI
Beberapa Nash tentang Periode Ini
Di Atas Bukit Shafa
Karakteristik Periode Kedua
Karakteristik Pertama: Da'wah kepada Keluarga Dekat
Karakteristik Kedua: Berpaling dari Kaum Musyrikin
Karakteristik Ketiga: Rambu-Rambu Da'wah Baru
Karakteristik Keempat: Da'wah Secara Umum
Karakteristik Kelima: Sirriatu at-Tanzhim
Karakteristik Keenam: Al-Qur'an Sumber Penerimaan
Karakteristik Ketujuh: Pertemuan Rutin dan Kontinu
Karakteristik Kedelapan: Shalat Secara Tersembunyi di Berbagai Lorong
Karakteristik Kesembilan: Menekankan Aspek Spiritual
Karakteristik Kesepuluh: Membela Diri dalam Keadaan Darurat
Karakteristik Kesebelas: Sabar Menanggung Siksaan dan Penindasan di Jalan Allah
Karakteristik Kedua Belas: Orang-Orang Lemah
Boleh Menampakkan Kemurtadan
Karakteristik Ketiga Belas: Usaha Menyelamatkan Orang-Orang Lemah dengan Segala Sarana yang Memungkinkan
Karakteristik Keempat Belas: Jalan Kedua untuk Melindungi Melalui Jalan Hijrah
Karakteristik Kelima Belas: Mencari Tempat yang Aman bagi Da'wah dan Basis Baru sebagai Titik Tolak Pergerakan
Karakteristik Keenam Belas: Memanfaatkan Undang-Undang Masyarakat Musyrik (Undang-Undang Perlindungan dan Jaminan Keamanan)
Karakteristik Ketujuh Belas: Usaha-Usaha Negatif yang Dilakukan Musuh dalam Menghadapi Da'wah
Karakteristik Kedelapan Belas: Usaha-Usaha Negatif dalam Peperangan; Upaya Pembunuhan para Qiyadah (Pemimpin)
Karakteristik Kesembilan Belas: Jahriyah Kedua: Islamnya Hamzah dan Umar serta Mengumumkan Tantangan kepada Masyarakat Jahiliyah
Karakteristik Kedua Puluh: Mengumumkan Tantangan dan Peranan Orang-Orang yang Punya Pribadi Kepemimpinan
Karakteristik Kedua Puluh Satu: Pengejaran Musuh terhadap Komunitas Islam dan Keberhasilan Kaum Muslimin dalam Menggagalkannya
Karakteristik Kedua Puluh Dua: Kecerdasan Utusan
Islam dalam Berdialog dengan Raja
Karakteristik Kedua Puluh Tiga: Tidak Ada Toleransi dalam Soal Aqidah
Karakteristik Kedua Puluh Empat: Mengobarkan Peperangan di Barisan Sekutu Kaum Muslimin dan Gagalnya Makar ini karena Keteguhan dan
Kerahasiaan
Karakteristik Kedua Puluh Lima: Perundingan Langsung antar Rasulullah saw. dan Quraisy:
Alternatif Perdamaian
Karakteristik Kedua Puluh Enam: Netralnya Sebagian Tokoh dan Kabilah Akibat Perundingan
Karakteristik Kedua Puluh Tujuh: Solidaritas Kesukuan untuk Melindungi Pimpinan (Abu Thalib, Bani Hasyim, dan Bani Muthalib
Karakteristik Kedua Puluh Delapan: Blokade Ekonomi dan Pemboikotan Umum untuk Menghancurkan Da'wah dan Para Sekutunya
Karakteristik Kedua Puluh Sembilan: Letupan-Letupan Jahiliah Menghancurkan Blokade dan Pemboikotan
Karakteristik Ketiga Puluh: Peranan Wanita dalam Jihad, Da'wah, dan Sirriyah pada Periode ini
Karakteristik Ketiga Puluh Satu: Perlawanan secara Damai
Karakteristik Ketiga Puluh Dua: Memanfaatkan Unsur-Unsur Persamaan antara Islam dan Ideologi Lain
Karakteristik Ketiga Puluh Tiga: Tidak Melepaskan Satu Bagian Ajaran Sekalipun Demi Perlindungan
PERIODE KETIGA
MENDIRIKAN NEGARA
Karakteristik Periode Ketiga
Karakteristik Pertama: Mencari Pembelaan di Luar Mekah
Karakteristik Kedua: Mencari Jaminan Keamanan dari Musuh di Mekah
Karakteristik Ketiga: Mencari Pembelaan dan Perlindungan dari Kabilah-Kabilah untuk Menyampaikan Da'wah
Karakteristik Keempat: Kegagalan Perundingan
Karakteristik Kelima: Mengarahkan Pandangan kepada Markas Bertolaknya Gerakan
Karakteristik Keenam: Bai'at Pertama dan Nilai-nilainya yang Baru
Karakteristik Ketujuh: Izin untuk Melakukan Peperangan
Karakteristik Kedelapan: Persiapan Pembahasan Tegaknya Negara
Karakteristik Kesembilan: Manifesto Politik (Bai'at)
Karakteristik Kesepuluh: Memperkokoh dan Mempertegas Bai'at
Karakteristik Kesebelas: Pembentukan Pemerintahan Islam Melalui Pemilihan
Karakteristik Kedua Belas: Pemimpin Menentukan Pertempuran
Karakteristik Ketiga Belas: Pimpinan Menentukan Kelahiran Negara Islam
Karakteristik Keempat Belas: Dimulainya Perang Informasi Antara Kedua Negara
Karakteristik Kelima Belas: Memilih Tempat Hijrah dan Membentuk Komunitas di dalamnya secara Sirriyah
Karakteristik Keenam Belas: Konspirasi Musuh untuk Membunuh Qiyadah
Karakteristik Ketujuh Belas: Kecerdasan Perencanaan Manusia dalam Hijrah
Karakteristik Kedelapan Belas: Basis Baru Bergabung kepada Islam
Karakteristik Kesembilan Belas: Pengumuman Pertama untuk Syi'ar-Syi'ar Ibadah
Karakteristik Kedua Puluh: Keberhasilan Khittah dan Sampainya Pimpinan Tertinggi ke Puncak Pimpinan
BAGIAN KEDUA
PERIODE KEEMPAT
NEGARA DAN PENGUATAN PILAR-PILARNYA
Karakteristik Periode Keempat
Karakteristik Pertama: Gencatan Senjata Bersama Musuh-Musuh Selain Kaum Quraisy dan Sekutu-Sekutunya
Karakteristik Kedua: Membangun Basis yang Kokoh
Karakteristik Ketiga: Deklarasi Negara Islam
Karakteristik Keempat: Opsi Perang
Karakteristik Kelima: Komunitas Kaum Paganis di Madinah
Karakteristik Keenam: Menceraiberaikan Komplotan Itu dengan Sentimen Nasionalisme dan Kekeluargaan Karakteristik Ketujuh: Upaya Pemecahbelahan Barisan Islam
Karakteristik Kedelapan: Musuh Meremehkan Norma-Norma Demi Kepentingan Sendiri
Karakteristik Kesembilan: Bahaya Mengancam Qiyadah
Karakteristik Kesepuluh: Kondisi Perang dan Bersatunya Semua Kekuatan Melawan Islam
Karakteristik Kesebelas: Mengumumkan Perang kepada Musuh
Karakteristik Kedua Belas: Pengukuhan Jati Diri Islam Menjelang Konfrontasi
Karakteristik Ketiga Belas: Konfrontasi Fisik
dalam Perang Badar dan Furqan yang Ada padanya
Karakteristik Keempat Belas: Kubu Orang-Orang Munafik, Kemunculannya, Bahayanya, dan Penyusutannya
Karakteristik Kelima Belas: Keberadaan Yahudi di Madinah dan Pembersihannya
Karakteristik Keenam Belas: Malam Tribulasi Panjang dan Bahayanya
Karakteristik Ketujuh Belas: Berita Gembira di Tengah Tribulasi
Karakteristik Kedelapan Belas: Aksi Sabotase dan Pengaruhnya dalam Menebarkan Rasa Takut dalam Barisan Lawan
Karakteristik Kesembilan Belas: Peran Media Massa dalam Perang
Karakteristik Kedua Puluh: Meningkatnya Jumlah
Personil dan Sarana Perang
Karakteristik Kedua Puluh Satu: Pengerahan Upaya Manusia
Karakteristik Kedua Puluh Dua: Peran Serta Wanita dalam Perang
Karakteristik Kedua Puluh Tiga: Strategi Jenius Seorang Pimpinan
Karakteristik Kedua Puluh Empat: Pertolongan Allah di Tengah Tribulasi
Karakteristik Kedua Puluh Lima: Tarbiyah Ilahiyah pasca-Perang
Indeks
