![]() |
BUKU FIKRAH & HARAKAH |
Banyak pelajaran yang bisa diambil dari para pemimpin Ikhwanul Muslimin, baik dalam kehidupan pribadi ataupun dakwah. Karena kehidupan mereka telah dibentuk oleh nilai-nilai Islam yang telah menyatu dalam diri mereka. Dalam buku ini anda akan mendapatkan gambaran bagaimana seharusnya kepribadian para pemimpin Islam.
Untuk meraih kedudukan terhormat di sisi Allah ternyata begitu mudah! Kuncinya:amalkan sunnah Rasulullah! Menunaikan sunnah itu pun sangat ringan dan mudah, bahkan bisa dijalankan sambil lalu. Bisa sambil tidur, makan, minum, berpakaian, bersuci, berinteraksi dengan orang lain, keluar masuk rumah, serta dalam seluruh gerak dan diam kita. Yang penting, pancangkan niat. Dari ketekunn dan kejelian penulis dalam merekam denyut nadi kehidupan umat Islam dan penguasaannya terhadap sunnah, ternyata lebih dari seribu macam sunnah bisa kita lakukan setiap harinya. Anda patut berbahagia jika beragam sunnah yang dihimpun buku ini menjadi kebiasaan harian anda. Suatu kebiasaan yang ringan, namun mendatangkan anugerah yang tiada terbilang.
Kita meyakini sepenuhnya bahwa institusi apapun yang dibangun diatas kebatilan, kezaliman dan kengkuhan harus runtuh.Contoh paling nyata adalah Fir'aun. Prasyarat sebagai pemimpin negeri yang tangguh sudah dimiliki; Mesir adalah negeri yang berada dalam taring kekuasaannya, rakyatnya patuh, didukung dengan balatentara yang besar dan infrastruktur yang modern pada eranya, di mana dia dan pembantunya (Haman) berhasil membangun kota Ramses. Namun sejarah membuktikan, Fir'aun ambruk bersama arogansinya. Demikian pula dengan fenomena Amerika. Media massa boleh menyebutnya sebagai negeri yang digdaya. Tapi data yang dibentangkan buku ini cukup mengejutkan sekaligus membalik gambaran itu, Bukan hanya keruntuhan di bidang ekonomi, tapi juga menjalar ke aspek social, spiritual dan kesehatan. Angka criminal terus membumbung tinggi, terorisme dalam negeri selalu mengancam, mafia menggila dan peredaran narkoba pun mengganas. Fenomena kusam itu mengukuhkan teori tentang keruntuhan sebuah Negara yang dielaborasi para pakar, baik dari timur maupun barat. Kualitas individu dan moralitas masyarakatnya yang terus mundur adalah pertanda bahwa Amerika memang telah mengarah ke titik nadir. Itulah sunatullah yang mesti berlaku bagi semua tatanan yang berlumur kezaliman. Moga karya ini bisa menerbitkan optimisme yang besar bagi umat.
Banyak buku aqidah yang ditulis pakar aqidah. Namun buku yang ditulis Sayyid Sabiq ini berbeda dari buku-buku aqidah lainnya. Boleh dibilang buku ini merupakan buku aqidah yang hidup. Bila anda membacanya maka terasa ada kehidupan di dalamnya. Sebagaimana dalam salah satu bagian tulisannya dalam buku ini, “Sesungguhnya aqidah ini merupakan jiwa bagi setiap individu. Dengan aqidah ini ia bisa hidup dengan baik. Bila kehilangan aqidah ini, maka ruhaninya mengalami kematian. Aqidah adalah cahaya yang apabila manusia tidak mendapatkannya, maka ia akan tersesat dalam berbagai kancah kehidupan, dan mengalami kebingungan di berbagai lembah kesesatan.” Diantara karunia Allah adalah bahwa akidah Islamiyah ini masih tetap jernih, bersih, gambling dan sacral seperti keadaannya semula. Oleh karena itu, harus ada upaya untuk melakukan perubahan mendasar di dalam jiwa manusia dengan cara menanamkan akidah yang benar yang tidak terpengaruh oleh pikiran-pikiran manusia dan tidak dipermainkan oleh berbagai pendapat dan hawa nafsu. Buku ini membantu Anda dalam melakukan upaya tersebut.
Cinta hamba terhadap Allah merupakan nutrisi yang memberikan suntikan kekuatan tak terperi bagi seorang Mukmin, yang membuatnya bertahan dalam menghadapi gempuran zaman yang tiada henti melibasnya. Cinta inilah yang terus memompakan rasa optimisme yang besar pada sang Mukmin sehingga ia berhak meraih karunia Ilahi yang paling agung, yaitu cinta Allah (mahabatullah).
Al-qur'an dan Sunnah yang suci adalah referensi tertinggi bagi setiap Muslim dalam memahami hukum-hukum Islam. Al-qur'an harus difahami sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa Arab tanpa mengada-ada dan serampangan. Sementara itu, memahami Sunnah yang suci haruslah diserahkan kepada para ahli hadits yang terpercaya
Irama kehidupan tak pernah sepi dari letupan dan guncangan, banyak tikungan tajam dan jalan terjal. Itu adalah sebuah realitas, karena dunia ini memang medan ujian. Bagaimana kita bisa selamat dari ujian-ujian itu, keteguhanlah kuncinya! Buku ini penting kita baca, karena pentingnya keteguhan (ats-tsabat) dalam kehidupan, dalam gelanggang apapun.
Dalam praktik sehari-hari banyak terjadi pelanggaran syari'at yang dilakukan kaum Muslimin dalam berbagai urusan dan traksaksi keuangan, karena kebanyakan mereka kurang memahami berbagai aturan syari'at yang telah mengatur masalah tersebut. Semoga, dengan penerbitan buku kecil ini, kita semua terhindar dari berbagai pelanggaran syariat dalam urusan keuangan.
Dua hal yang menjadi pilar utama dari diterima atau tidaknya ibadah seseorang adalah ikhlas karena Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah. Lebih-lebih terhadap ibadah yang bersifat tauqifi seperti ‘ubudhiyah (berkurban) ini, di mana jumlah dan cara pelaksanaannya sudah ditetapkan Allah dan dilakukan oleh Rasulullah.
Kehidupan kita di dunia ini pada hakikatnya adalah bak perjalanan seorang musafir. “Bagaikan pengendara yang berteduh di bawah pohon, setelah itu ia pergi lagi dan meninggalkan pohon itu.” (al Hadist) Dalam perjalanan ini terdapat para pendukung kebaikan yang mengajak manusia kepada kebenaran dan mencegah mereka dari kemungkaran, dan pendukung kebatilan yang mesti terus didakwahi.
Dunia dan segala amal yang kita perbuat di dalamnya adalah ongkos untuk meraih akhirat. Bagi yang menghendaki surga dan segala kenikmatan akhirat, ia harus membayarnya dengan segala bentuk kebaikan di dunia ini. Sebaliknya, bagi yang menghendaki neraka dan segala azab akhirat, ia pun membayarnya dengan segala bentuk keburukan di dunia ini. Manakah di antara kedua jenis bisnis (transaksi) ini yang menguntungkan? Kaum Muslimin sudah tentu akan mengambil bentuk bisnis yang pertama. Inilah bentuk bisnis yang tak pernah rugi, baik di dunia maupun di akhirat. Akan tetapi, kita butuh tahapan dan cara untuk melakukan bisnis ini. Banyak orang di sepanjang hidupnya gagal dalam melakukan bisnis ini. Mereka terkecoh dan terganjal oleh kehidupan dunia yang kemilau. Bagaimana caranya kita membeli Firdaus? Apa yang harus kita bayarkan untuk menikmati kenikmatan akhirat? Maskawin apa yang harus kita keluarkan untuk meminang para bidadari? Buku ini menuturkan semua itu dengan bahasa yang indah dan menyentuh. Khusus kami persembahkan bagi Anda yang hendak membeli akhirat dengan segala kenikmatannya.
Imam Hasan al-Banna adalah da'i pertama dalam Islam di zaman ini. Beliau adalah guru para da'i, murabbi (pembimbing) yang mengajarkan mereka cara berdakwah kepada Allah, serta pemimpin “madrasah” di bidang dakwah. Beliau hidup hanya beberapa tahun. Tidak ada tujuan dalam hidupnya kecuali menegakkan kalimat Allah, berjuang mencapai tujuan mulia dengan mencurahkan segenap jiwanya, dan meninggal dalam perjalanan dakwahnya sebagai syahid. Buku ini merupakan kumpulan makalah ringkas beliau yang pernah dimuat di harian Al-Ikhwan Al-Muslimun (1947-1948). Buku ini hadir kepada umat Islam guna memberikan pemahaman mendalam tentang agama dan segala rahasianya. Di dalam buku ini terdapat perasaan yang berkobar, yang bisa menggerakkan hati dan memengaruhi keteguhan jiwa. Di dalamnya juga terdapat isyarat yang pandai, dan petunjuk yang cerdik. Buku ini sangat pantas dibaca setiap Muslim dan para da'i yang berdakwah di jalan Allah.
Sebaik-baik orang yang melakukan kesalahan adalah mereka yang segera menyadari dan memperbaiki kesalahannya. Untuk itu diperlukan teguran dan koreksi dari orang lain. Agar dapat diterima dengan baik, maka diperlukan pengetahuan tentang berbagai adab dalam menegur dan meluruskan kesalahan. Bagaimana Nabi Muhammad Saw menegur dan meluruskan kesalahan para sahabatnya?
Dzikir & doa tak mudah dipisahkan. Dzikir dalam banyak kondisi adalah doa, begitu pula sebaliknya. Rasulullah adalah sosok yang mampu merangkum dan mempraktikkan seluruh dimensi doa tersebut, bahkan beliau piawai sekali dalam memadukan doa dengan aktivitas kesehariannya, sehingga tak ada peri kehidupan Nabi yang sepi dari doa.
Berfikir mendalam tidak hanya bisa dilakukan oleh para profesor. Tapi bisa bahkan harus dilakukan oleh setiap manusia. Islam mewajibkan berfikir kepada setiap Muslim, sebab bila tidak didayagunakan dengan hal-hal yang positif, akal pikiran akan dipenuhi oleh hal-hal yang buruk. Bagaimana caranya? Mudah! bacalah buku ini. Insya Allah anda akan mampu mengembangkan cara berfikir mendalam dengan mudah dan lancar.
Fiqih negara termasuk masalah yang kurang mendapatkan perhatian dari para pemikir dan fuqaha' Islam. Akibatnya terjadi kesenjangan antara kehidupan bernegara dan syari'at Islam. Dr. Yusuf Qardhawi mengajak kita menyegarkan kembali fiqih negara melalui kajian yang sangat aktual ini dengan memaparkan wacana baru seputar negara Islam, demokrasi, keterlibatan kaum wanita dalam parlemen, dll.
Bersamaan dengan kebangkitan Islam yang merebak ke seluruh penjuru dunia, tumbuh juga persengketaan dan perpecahan, baik dalam bidang pemikiran, metode maupun jamaah gerakan dakwah. Persatuan Islam masih merupakan utopia belaka. Melalui buku ini, Ust. Dr. Yusuf Qaradhawy mencoba memberi pemahaman yang benar tentang perbedaan yang dibolehkan dan perpecahan yang dilarang.
Sesungguhnya, potensi umat Islam, sangat besar. Hanya saja, masih sering terjadi disalokasi potensi akibat tidak adanya pemahaman mengenai prioritas amal perbuatan. Dr. Yusuf Qardhawi dalam bukunya ini membantu kita bagaimana merumuskan prioritas amal perbuatan. Setiap muslim, khususnya yang aktif dalam organisasi keislaman, selayaknya membaca gagasan-gagasan Dr. Yusuf Qardhawi yang tertuang dalam buku ini.
Kaum muslimin dari penjuru dunia yang berminat berangkat haji ke Mekkah setiap tahunnya bertambah. Di satu sisi menggembirakan, di sisi lain ternyata membawa masalah baru. Berkali-kali kita mendengar berita tentang para jamaah haji mengalami kecelakaan pada saat menunaikan manasik haji. Peristiwa ini membuat malu kaum muslimin di hadapan masyarakat internsaional. Kejadian tersebut mengesankan umat Islam tidak disiplin dan tidak taat aturan.
Bila kata “penghambaan” disematkan pada hubungan antar sesama, dia menjadi momok yang sungguh mengerikan, karena berbagai tindakan keji yang menyertainya. Tapi jika penghambaan (‘ubudiyah) ditujukan kepada Allah, dia justru akan mengembalikan kehormatan manusia, melahirkan kebahagiaan, serta membebaskan manusia dari segala bentuk paganisme dan para tiran yang hendak membunuh inti kemanusiaan.
Padat, gamblang, lugas dan tidak melibatkan diri pada debat teologis. Itulah metodologi yang ditempuh Dr. Yusuf Qaradhawy dalam membahas masalah yang esensial ini sehingga buku ini Insya Allah layak dijadikan buku daras (kajian) bagi siapa saja yang ingin memperkokoh dan memurnikan tauhid dalam kehidupannya
Tema halal dan haram merupakan masalah yang sangat penting bahkan memiliki implikasi keimanan dalam kehidupan setiap muslim sepanjang zaman. Dengan penuh rasa syukur, kami hadirkan kepada sidang pembaca buku Halal dan Haram (karya Dr. Yusuf Qardhawi) dilengkapi dengan takhrij hadits oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani.
Dakwah tak pernah sepi dari hambatan. Lewat interaksi dakwahnya yang dalam bersama gerakan Islam terbesar abad ini (Ikhwanul Muslimin), penulis buku ini berhasil membukukan berbagai pengalaman para ulama dakwah dalam meniti jalan dakwah, sehingga buku ini lebih merupakan rangkuman pengalaman ketimbang kumpulan teori. Di sinilah keistimewaan buku ini, dibanding buku-buku dakwah yang biasa Anda baca selama ini.
Detik-detik hidup manusia terus bergerak menuju kesempurnaan. Bila Anda ingin selamat sampai ke titik akhir kesempurnaan itu, maka keimananlah kuncinya. Melalui buku ini, Sa'id Nursi mengajak kita menyelami makna terdalam dari keimanan itu. Selain itu, buku ini juga membincangkan tentang kebahagiaan dan kesengsaraan, dan mengapa hal itu menimpa manusia.
Salah satu nikmat yang belum dicicipi manusia adalah bidadari surga. Dalam buku ini, Rasulullah sangat rinci sekali melukiskan sosok bidadari. Ajaibnya, seluruh paparan beliau tentang wanita maha cantik ini sama sekali tak terjebak dalam pornografi dan membangkitkan nafsu seksual yang liar, tapi justru memancangkan hasrat yang menggebu untuk meraih apa yang telah disediakan Allah untuk hamba-Nya yang shaleh.
Ramadhan adalah bulan yang bertabur anugerah Ilahi, yang sayang nian jika terlewatkan. Dan buku Indahnya Ramadhan di Rumah Kita ini ingin menghadirkannya lebih dekat lagi di rumah Anda. Melalui kupasannya yang variatif, inovatif, dan cerdas, buku ini menjadi panduan yang memikat bagi Anda dan keluarga Anda dalam menghidupkan Ramadhan.
Sudah menjadi sunatullah bahwa manusia di dunia ini majemuk (plural), baik suku, bangsa maupun agama. Sebagai agama yang universal, Islam mengakui keberagaman ini dan memiliki sikap yang jelas dan tegas.
Dakwah merupakan tugas berat bagi parada'i dan kader dakwah. Namun bukan berarti boleh dihindari, karena dakwah disamping menantang sekaligus tugas mulia. Dengan demikian amanah ini mesti dilaksanakan dengan kerja keras,sungguh-sungguh dan perencanaan yang matang.
Aristoteles pernah berkata,”Sebaik-baik perkataan adalah yang jujur pengucapannya dan bermanfaat bagi pendengaranya” Di kesempatan lain dia juga pernah berkata, “Mati demi kejujuran lebih baik dari hidup dengan kebohongan.”
Setiap Manusia sudah bisa dipastikan pernah melakukan ksealahan dan dosa. Yang menjadi harapan bagi setiap pelku dosa adalah terangkatnya dosa itu dan Allah mengampuni segala dosa dan kesalahannya.
Al Qur'an senantiasa memberi petunjuk, arahan, bimbingan dan naungan selama manusia mau berinteraksi dengannya, mentadabburinya, hidup dengannya, menafsirkannya serta mengerahkan segala entitas dan perhatian kepadanya. Karenanya, kita harus membuka pintu-pintunya dengan kunci khusus dan menggali khazanah perbendaharaannya.
Manusia sangat sulit untuk memahami kenyataan bahwa dalam pandangan Allah, apa yang “abadi”, dan karena itu mutlak di luar perhitungan telah berakhir. Bagi yang Mahakuasa, seluruh bentangan keabadian hanyalah ada dalam satu waktu saja. Buku ini memberikan penjelasan yang sangat baik tentang ketiadaan waktu, ruang, dan keabadian, yang insya Allah akam membuat kita menghargai kodrat Allah dan keajaiban ciptaan-Nya.
Pengikut materialisme meyakini bahwa waktu bersifat mutlak dan abadi, yang karenanya tidak ada yang menciptakan waktu. Padahal kenyataannya waktu itu bersifat relatif, yang meniscayakan adanya Sang Pencipta di baliknya. Fakta ini sudah diberitakan dalam al-Qur'an, dan dikukuhkan oleh para fisikawan modern, sebagaimana yang dieksplorasi secara meyakinkan oleh Harun Yahya dalam buku ini.
Fenomena kekalahan mental masih nampak jelas di tengah-tengah kehidupan kaum muslimin. Fenomena tersebut di antaranya, penyakit inferiority complex (rasa rendah diri), sikap pesimis, taklid, malas, lemah cita-cita hingga sikap malu-malu dengan ke-Islamannya. Buku ini hadir sebagai terapi untuk mengatasinya.
Allah banyak menyampaikan pelajaran melalui kisah-kisah dalam Al Qur'an. Tapi tak mudah untuk menggali pelajaran-pelajaran tersebut, kecuali bagi orang yang telah menyelami dan menghayatinya. Prof. Dr. Abdul Karim Zaidan, menyampaikan kepada kita berbagai pelajaran seputar da'wah dan kehidupan berjama'ah tersebut, dalam buku yang kini ada di tangan pembaca ini.
Buku ini, oleh Sayyid Quthb, dijadikan sebagai buku komplementer dalam memahami tafsir Fi Zhilalil Qur'an. Buku ini mengungkapkan teori at-Tashwirul-Fanni (gambaran artistik) yang menjadi cirikhas utama uslub (ungkapan) al-Quran. Apa dan bagaimana gambaran artistik yang dimaksud? Simak kajian buku ini, insya Allah Anda akan memahaminya dan membantu dalam berinteraksi dengan al-Qur-an.
Untuk mengobati kesurupan jin, banyak masyarakat yang pergi ke dukun, padahal hampir semua dukun tidak terlepas dari praktik-praktik kemusyrikan.Selain menjelaskan tentang eksistensi jin, kebaikan dan keburukan jin, buku ini juga menjelaskan tentang doa-doa memohon perlindungan) dan jampi-jampi shahih untuk mengobati orang yang kesurupan jin.
Ada tiga siyasah (kebijakan) yang harus dibuat dengan benar dan dijaga keseimbangannya, bila dakwah Islamiyah ingin sukses menapaki perjalanannya yang berat dan penuh tantangan di era keterbukaan ini. Pertama, siyasah kharijiyah (kebijakan eksternal) yang menentukan karakter-karakter hubungan dakwah dengan pemerintah, partai-partai dan kelompok-kelompok lain. Kedua, siyasah dakhiliyah (kebijakan internal) yang membangun bentuk organisasi dan menetapkan syarat-syarat keanggotaan dan kepemimpinan, serta hak dan kewajiban para dai. Ketiga, siyasah tarbawiyah (kebijakan pembinaan) yang memilih berbagai metode pelajaran untuk para da'i dan pembekalan mereka dengan berbagai macam keahlian, serta metode penempaan moral dan penumbuhan sifat-sifat imaniyah pada diri mereka. Buku al-Masar ini, sebagaimana ditegaskan oleh penulisnya, tidak bias dipahami secara terpisah.
Bom apa yang sebenarnya melumatkan Sariclub? Mengapa keterangan polisi berubah-ubah? Mengapa tentara dan intelijen asing berkeliaran di Bali ? Apa kata para investigator independen? Bagaimana propaganda dan disinformasi dilakukan? Dan pertanyaan-pertanyaan lain di seputar Bom Bali dan Jemaah Islamiah. Insya Allah, bisa Anda dapatkan jawabannya di buku ini.
Harus diakui, kerja dakwah masih dianggap asing oleh banyak orang. Publik sering berasumsi bahwa tugas dakwah hanya diemban oleh da'i ustadz, kiyai, atau ulama. Namun tantangan dakwah kita tak hanya bersifat internal, tapi juga eksternal. karena konstelasi politik dunia kini pun cenderung berpihak pada keinginan Barat (baca: anti-Islam).
Bila Anda tengah merasakan kehampaan jiwa dan ketumpulan spiritual, sehingga sulit merasakan kelezatan taqarrub kepada Allah, itu pertanda Anda tengah mengalami penurunan kepekaan spiritual dan memerlukan shock therapy yang bisa menyentakkan Anda dari kelalaian. Buku inilah shock therapy tersebut!
Perjuangan harokah Islam di masa sekarang, dengan berbagai karakter, masalah, dan solusinya, memiliki kemiripan dengan perjuangan Nabi Saw dahulu. Melalui buku ini marhalah demi marhalah pergerakan nabi dikupas seraya dianalisis, kemudian diaplikasikan ke dalam perjuangan harakah Islam kontemporer.
Di bawah pancaran al-Qur'an Rasulullah menyapa fithrah insani, seraya mentarbiyahnya dengan butir-butir ma'rifatullah, konsep ilmu, pemikiran, akhlak, ibadah, dan dakwah. Hal-hal inilah yang dibedah dengan cermat dan tangkas oleh Ustadz Muh. Syadid dalam buku ini.
Salah satu unsur yang sangat penting dalam gerakan Islam adalah fikrah yang jelas dan visioner, karena fikrah akan memberikan arah yang benar dalam menggulirkan berbagai agenda keislaman. Bagaimana mewujudkan dan membentuknya? Apa persoalannya? Untuk memahami persoalan yang sangat penting ini, buku ini hadir untuk Anda.
Aktifis dakwqah yang sesungguhnya, adalah orang yang paling banyak ibadahnya kepada Allah, tunduk, taat dan merendahkan diri d i hadapannya. (hal 69). Sangat disayangkan sekali karena orang-orang yang lengah itu meninggalkan dunia, tetapi belum berhasil menikmati lezatnya dunia. Apakah kelezatan dunia itu ? Ia adalah mencintai Allah dan kenikmatan dalam bermudajat kepadanya. (hal. 70). Saya tidak pernah menyesali sesuatu lebih dalam dari menyesali suatu hari, dimana matahari sudah terbenan dan umur saya berkurang, namun amal saya tidak bertambah. (hal 139). Kini, kalian masih belum dikenal. Kalian baru masuk pada fase persiapan untuk memasuki jalan dakwah dan merealisasikan tuntutannya, berupa jihad dan perjuangan (hal 233). Sementara pribadi yng suka menutup diri dan hubungan sosialnya rendah, tidak pernah dibebani pekerjaan. Akibatnya, mereka akan selalu minder dalam melaksanakan tugas dakwah, hilang kepercayaan diri mereka, dan takut akan tanggung jawab (hal 243). Dia tidak boleh merasa puas jika tidak memimpin, tidak berbuat, tidak berjihad, dan tidak berada di garis paling depan dalam segala kegiatan. terlambat dalam bentuk apapun adalah berbahaya bagi fiqrah kami dan bertentangan dengan ajaran kami (hal 244). Ketika seseorang al-akh bergabung dengan ikhwan, ia diharuskan menyucikan jiwa, meluruskan tingkah laku, mempersiapkan akal, jiwa, dan raganya untuk jihad dan perjuangan panjang di masa yang akan datang (hal 245).
Lewat pena Sa'id Nursi konsep ibadah dan aqidah yang tadinya abstrak menjadi ajaran yang mudah dipahami. Tamsilnya memukau dan membuat penasaran, ilustrasinya kaya dan tertata, konsep aqidah dan ibadah yang dibedahnya menjadi sebuah argumen yang sulit dibantah. Buku ini tidak hanya mengokohkan aqidah, tapi juga bisa menggairahkan ibadah pembacanya.
Salah satu penyakit manusia modern yang paling berbahaya adalah materialisme, yang berujung pada atheisme, baik tidak percaya akan rububiyah maupun uluhiyah-Nya. Sehingga dalam memandang berbagai persoalan, manusia lebih senang merujuk kepada teori-teori buatan manusia yang sangat lemah ini. Mengenal Allah, Pencipta dan Penguasa segala sesuatu, merupakan awal pengobatan penyakit tersebut.
Semua krisis yang muncul ke permukaan kehidupan manusia, berawal dari krisis spiritual pada diri manusia. Karena itu, dalam mengatasi berbagai krisis kehidupan yang menimpa ummat manusia, para nabi Allah senantiasa mengawali langkah mereka dengan melakukan tazkiyatun nafs. Penerbitan buku ini adalah sebagai upaya untuk mensucikan jiwa dan mengisi kekosongan spiritual yang terjadi dewasa ini.
Al-Qur'an adalah kitab yang tidak hanya teruji sebagai panduan hidup manusia, tapi juga terbukti secara sains. Kendati begitu, tak sedikit orang yang terjebak dalam misinterpretasi (salah tafsir) terhadap Al-Qur'an. Entah karena memendam prasangka, ada maksud tersembunyi, kurang jujur, tidak mengerti bahasa Arab, kurang menguasai teknik interpretasi, miskin pemahaman, lemah pikiran, atau karena arogan.
Teori evolusi terbukti gagal memanusiakan manusia, justru sebaliknya, merusak dan membinasakan. Al Qur'an sajalah yang mampu mengembalikan manusia pada kebahagiaan hakiki. Buku ini memaparkan dengan jelas bagaimana Al Qur'an menyelesaikan semua krisis multi dimensional yang dihadapi umat manusia. Dengan uraian yang sistemik dan mendalam, anda akan semakin yakin untuk selalu kembali kepada Al Qur'an.
Berasal dari thesis yang diajukan untuk meraih gelar MA di Universitas Madinah (lulus dengan nilai Imtiyaz /excellent). Membahas sistem jama'ah dalam gerakan Islam, proses terbentuknya Jama'atul Muslimin yang pertama di masa Rasulullah saw, beserta rambu-rambu jalan menuju kepadanya, kemudian membandingkannya dengan jama'ah-jama'ah pada masa sekarang.
Dua puluh prinsip Ikhwanul Muslimin merupakan khulashah (ringkasan) terpenting dari hasil kajian yang mendalam tentang ilmu-ilmu Al Qur'an dan As Sunnah, ushul fiqih, ushuluddin, fiqih, dan tasawuf, disertai dengan pencernaan rasio yang benar-benar faham. Jelajahilah pemikiran-pemikiran Ikhwanul Muslimin melalui buku ini, yang merupakan syarah dari prinsip pertama Ushul ‘Isyrin, yaitu Totalitas Islam
Saya hidup serba materi, glamour dan suka pamer telah menjauhkan kaum muslimin dari kehidupan akhirat. Ditambah gaya hidup mereka yang permisif. Memilukan! Jiwa-jiwa ringkih menggerogoti mereka dan bisa menyeretnya ke pintu neraka. Naudzubillah min dzalik. Di tengah kegersangan hidup yang demikian diperlukan solusi tazkiyah guna membersihkan mereka dari kotoran-kotoran materi dan maksiat. Sibghah (celupan) Allah akan mampu memberikan warna kehidupan baru, berupa milieu akhirat. Dimana suasana hidup dunianya adalah cermin kehidupan akhiratnya. Buku ini merupakan solusi alternative tersebut. Di dalamnya berisikan seri keteladanan orang-orang pilihan dari kalangan sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para shalihin. Hadir dalam wujud sikap hidup, ucapan dan perbuatan. Menarik!
Kitab Riyadhush Shalihin adalah kitab himpunan hadits yang sangat populer di dunia Islam dan mendapat sambutan luas dari semua kalangan dan mazhab, baik terpelajar atau pun awam. Banyak ulama yang memberikan syarah (uraian) terhadap hadits-hadits yang tercantum di dalam kitab ini, baik ulama dahulu atau pun sekarang. Secara panjang lebar atau pun secara singkat. Karena itu, kami pun merasa senang dapat ikut ambil bagian dalam berkhidmah kepada as-Sunnah ini, melalui penerbitan salah satu kitab Syarah Riyadhush Shalihin yang berjudul Nuzhatul Muttaqin Syarah Riyadhush Shalihin ( Tamasya Orang-orang Bertakwa di Taman Orang-orang Shaleh ). Pilihan kami jatuh pada kitab Nuzhatul Muttaqin Syarah Riyadhush Shalihin karena kitab ini memberikan uraian singkat dan kesimpulan-kesimpulan utama dari setiap hadits yang ada. Metodologi ini sangat tepat, karena dapat menjaga nuansa ashalah (orisinalitas) dalam menerima nilai-nilai Islam, sehingga akan terasa seolah-olah kita mendapatkan taujih (arahan) langsung dari Rasululah shallallahu alaihi wa sallam . Nuansa ashalah ini sangat penting, karena kalimat-kalimat yang disampaikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki pengaruh tersendiri di dalam fitrah setiap Muslim. Berbeda dengan ungkapan-ungkapan manusia biasa yang tidak ma'shum . Disamping itu, metodologi ini juga kami anggap tepat, karena sesuai dengan karaker zaman ‘modern' yang lebih menyukai hal-hal yang bersifat “instant” dan tidak bertele-tele. Semoga penerbitan kitab ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Kesalahan, kekeliruan dan kekhilafan adalah tabiat manusia. Penyimpangan perilaku ini bisa dilakukan oleh siapa pun, baik dia seorang muslim biasa, ustadz, aktivis dakwah, maupun murabbi . Bahkan qiyadah (pimpinan) dakwah juga bisa mengalami/melakukannya. Karena mereka bukanlah malaikat yang bersih dari kesalahan. Untuk itu pada saat perilaku ini muncul, karena kekhilafannya, diperlukanlah nasihat. Aib seseorang bukanlah untuk dibicarakan sehingga menjadi konsumsi publik alias ghibah . Siapa pun yang memiliki aib karena kekhilafannya dia berhak mendapat nasihat dari kita sesama muslim. Tentunya kita berharap nasihat tersebut bisa diterima oleh yang bersangkutan dan mau memperbaiki kesalahannya. Seseorang akan mudah menerima nasihat dari kita apabila nasihat tersebut disampaikan dengan cara bijak dan santun. Sebaliknya apabila nasihat tersebut disampaikan dengan cara kasar apalagi ada rasa kebencian, maka akan sangat sulit nasihat tersebut bisa diterima. Buku ini secara khusus berisi nasihat-nasihat untuk para aktivis dakwah dan kaum muslimin pada umumnya. Selamat membaca
Hari ini adalah hari dimana manusia riuh dalam gelombang popularitas. Memberikan sumbangan dengan mengundang wartawan, baik cetak maupun elektronik telah menjadi fenomena. Bahkan banyak orang yang melakukan maneuver, trik dan cara-cara nyleneh hanya agar menjadi tokoh yang popular. Kondisi ini juga melanda banyak da'I yang latah ingin menjadi manusia kondang. Sehingga di sekeliling kita meruyak penyakit riya, sum'ah, gemar pujian, ingin tenar, dan lain-lain. Seakan perilaku manusia tak terjamah oleh tatapan Allah. Beragam amal kebijakan banyak dilakukan, namun semua itu mirip batu besar yang ditimpa hujan lebat sehingga bersih dan licin dan tak menyisakan tanah sedikitpun. Artinya, tidak meningglkan nilai setitik pun di sisi Allah. Akibatnya, beramal karena mencari ridha Allah menjadi susah sekali. Padahal di situlah kunci kesuksesan manusia, baik di dunia maupun di akhirat. Maka di sinilah peran berharga yang disumbangkan buku ini. Narasi kehidupan orang-orang terbaik yang enggan popular dan hanya mengharapkan ridha Allah menjadi kupasan utama buku ini.
Bila hati merupakan parameter utama dari baik-buruknya seseorang, maka ikhtiar untuk menempa hati agar cenderung kepada kebaikan merupakan amal yang sangat agung. Buku ini patut dibaca bukan hanya karena ditulis oleh orang yang piawai dalam menyelami hati manusia, karena mujahadah dan sepak terjangnya yang panjang di medan dakwah, tetapi juga karena karya ini bisa memberikan pencerahan pada hati anda.
Runtuhnya dua menara kembar World Trade Center , New York , menyisakan banyak pertanyaan dan keanehan-keanehan. Apakah memang Osama bin Laden pelakunya? Mungkinkah Amerika Serikat sendiri yang menjadi dalang, untuk suatu kepentingan tertentu? Dunia politik plus intelijen memang seringkali sukar dibaca oleh orang awam!
Perdebatan tentang ekonomi Islam (tanpa bunga/bagi hasil) telah berkembang dalam setengah abad terakhir. Dr. Yusuf al-Qardhawi dalam buku ini menjawab secara tuntas persoalan tersebut dengan menekankan perhatiannya pada hal yang paling mendasar, yakni landasan moral Islam dalam berbagai aspeknya.
Kendati kecil, buku ini menyajikan uraian yang lengkap tentang fiqh haji dan umroh. Kuntuman doa dalam haji dan umroh, terangkum pula disini, dengan disertai penyalinan dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan jamaah yang belum lancar membaca teks arab. Dengan bahasanya yang ringan namun sarat isi, insya Allah buku kecil ini bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi anda. Semoga anda menjadi haji yang mabrur.
Di antara keunggulan syariat Islam adalah penerapannya yang dinamis, fleksibel dan universal. Berlaku bagi semua manusia di semua tempat dan zaman serta mampu memenuhi semua kebutuhan umat manusia. Ini diakui para pakar hukum Barat sebagaimana ditetapkan oleh mereka dalam suatu konferensi undang-undang internasional di Lahai tahun 1938, "bahwa syari‘at Islam dinilai sebagai salah satu sumber legislasi umum, dan bahwa syari‘at Islam merupakan aturan yang dinamis dan fleksibel, mampu berkembang, dan berdiri sendiri tanpa diambil dari sumber lain." Sedemikian rinci dan mendalam syariat Islam mengatur kehidupan manusia sehingga tidak ada satu pun aspek kehidupan yang luput dari perhatiannya. Maka, memahami syariat Islam lebih detail merupakan suatu tuntutan. Buku ini merupakan referensi utama dari tuntutan tersebut. Pembaca akan terbelalak matanya setelah mengetahui keluasan dan keluwesan syariat Islam melalui buku ini. Selamat membaca!
Allah tidak menginginkan kita menjadi hamba-hamba yang ‘dungu', yang tidak pernah mengoptimalkan akalnya. Karena salah satu penyebab manusia menjadi penghuni neraka adalah karena mereka tidak menggunakan fungsi akal yang telah Allah berikan. Oleh karena itu, marilah kita optimalkan kemampuan daya pikir kita dengan senantiasa berpikir tentang kebenaran, dan akhirnya mengikuti kebenaran itu.
Banyak teknologi modern dan kejadian yang ternyata telah lebih dulu dibahas Al Qur'an. Hal ini jelas menunjukkan bahwa Al Qur'an bukan kitab suci buatan manusia, melainkan firman Allah Sang Pencipta. Membaca buku ini kita diajak menyelami keajaiban Al Qur'an sebagai suatu mukjizat sepanjang zaman. Insya Allah kita akan mendapat banyak hikmah dan kebanggaan tak terhingga sebagai umat pemegang Al Qur'an itu.
Perikehidupan generasi salafush-shaleh, khususnya generasi tabi'in, bagaikan mata air yang tidak pernah henti memancarkan air. Pribadi mereka sarat dengan nilai-nilai yang melimpah. Mereka laksana sumur yang tidak pernah kering sekalipun banyak ditimba. Buku ini berisi riwayat 28 orang tokoh di kalangan tabi'in yang perikehidupannya patut kita contoh. Para pembaca akan menemukan banyak kisah yang menjadi kebutuhan kaum Muslimin. Kisah-kisah ini susah dijumpai dalam kehidupan zaman sekarang ini kecuali pada perjalanan salafush-shaleh rahimahumullah.
Dakwah yang sehat adalah dakwah yang berkembang. Tidak mandeg di tengah jalan, apalagi mundur. Setiap waktunya mengalami pertumbuhan jumlah kader dan mendapat sambutan baik dari masyarakat serta meluas ke seluruh lapisan. Mulai dari lapisan masyarakat paling bawah sampai ke kalangan elitnya. Bahkan mereka merasakan sejuknya dakwah yang hadir di tengah-tengah mereka. Dakwah seperti ini hanya mampu lahir bila individu-individu aktivisnya senantiasa melakukan inisiatif-inisiatif cerdas dan proaktif melibatkan diri dalam setiap geraknya. Mereka berbuat untuk dakwah tidak menunggu komando, instruksi atau arakan-arahan dari sang murabbi (Pembina) atau struktur dakwah di atasnya. Tapi, senantiasa berinisiatif, berkreasi dan berinovasi demi kemajuan dakwah tanpa mengesampingkan manhaj dakwah yang telah di gariskan.
Keberhasilan dakwah Islam bergantung pada sejauh mana para pendukungnya berpegang teguh kepada keaslian ghoyah (tujuan) ahdaf (sasaran), dan khiththah (garis perjuangan). Penyimpangan dalam bentuk apapun dan sekecil apapun tak boleh dibiarkan karena bisa berkembang menjadi besar dan membahayakan gerakan dakwah.
Buku ini merupakan kelanjutan buku Mensucikan Jiwa yang telah kami terbitkan sebelumnya, sebagai kajian pendalaman bagi setiap Mu'min yang ingin melakukan perjalanan spiritual secara lebih mendalam dan menukik menuju maqam Shiddiqun dan rabbaniyun, setelah ia memiliki dasar-dasar spiritual sebagaimana yang telah dijelaskan di dalam buku Mensucikan Jiwa.
Selain mengandung makna spiritual yang dalam, peringatan Isra Mi'raj juga mengumandangkan heroisme yang lantang sekali dalam perjuangan Islam. Lebih-lebih ketika Masjid al Aqsha, tempat perjalanan Isra masih terus dikangkangi oleh Israel , si penjajajh dan perampok dan telah melumatkan banyak syuhada. Mulai dari Abdul Qadir Audah, Farghali, Thala'at hingga Syekh Ahmad Yassin, Dr Abdul Aziz Rantisi dan ribuan syuhada lainnya. Maka buku ini sangat penting disimak oleh siapapun yang mengaku dirinya Muslim, lebih-lebih bagi para aktivis Islam. Berbagai renungan penulis seputar Isra Mi'raj patut direspons dengan semangat menyala, sehingga peringatan Isra Mi'raj yang tiap tahun kita selenggarakan tidak menjadi sebuah elegi yang menyayat hati, tapi mengobarkan ruh jihad yang tinggi. Karena tempat perjalanan Isra (al Aqsha) telah hilang. Kapan akan kembali? Tanya penulis kepada kita semua.
Bila iman telah merasuk kedalam jiwa dan pikiran seorang mu'min, ia akan memberikan kelezatan yang tidak bisa dirasakan kecuali oleh orang telah mendapatkannya, membuat ringan segala beban kehidupan, membuat manis segala kepahitan, dan membuat lapang segala kesumpekan. Itiulah salah satu barometer keimanan yang dijelaskan oleh buku kecil ini. Semoga anda termasuk orang yang berhasil meraih kelezatan iman.
Sabar termasuk salah satu sifat yang mutlak diperlukan setiap Muslim dalam menjalani kehidupan yang penuh cobaan ini. Dr. Yusuf Qaradhawi, melalui buku ini, membantu kita dalam memahami sifat sabar dan bagaimana mewujudkan kesabaran dalam kehidupan kita. semoga kita sukses mewujudkan sifat yang sangat penting ini dalam diri kita.
Dzikir merupakan upaya seorang hamba dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, juga merupakan ungkapan rasa syukur terhadap Rabb-nya. Aktivitas ini hanya dilakukan oleh orang yang ingin selalu dekat dengan-Nya. Maka, orang beriman senantiasa berdzikir kepada-Nya. Dzikir punya pengaruh besar terhadap kepribadian seseorang. Siapapun yang hatinya telah mengeras seperti batu atau bahkan lebih keras dari itu, hatinya bissa menjadi lunak jika ia terus menerus berdzikir. Bahkan air matanya bisa mengalir seperti batu mengalirkan air. Bila telah demikian, maka ia telah menjadi sosok hamba-Nya yang tenang dan penampilannya pun menyejukkan. Dzikir dalam artian yang lebih luas bukanlah aktivitas lisan semata dengan lafadz-lafadz dan bacaan tertentu. Berdzikir juga harus dengan menggunakan akal dan hati, agar apa yang disebut oleh mulut bisa dipahami akal dan meresap dalam hati. Lantas apa pengertian dzikir yang lebih luas lagi? Buku ini mengulasnya lebih jauh.
Membahas tuntas tentang seluk beluk sihir, membongkar proses tukang sihir/dukun mengerjakan sihirnya. Bagaimana kita melawan dan mengobati sihir-sihir tersebut dengan cara yang dibenarkan oleh Islam? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang ingin dijawab oleh penulis dalam buku ini.
Shalat adalah cermin setiap Muslim. Jika shalatnya baik, baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, rusak pula seluruh amalnya. Nabi Saw telah bersabda,
Banyak orang shalih di sekitar kita. Peran mereka sangat dibutuhkan dalam ber-amar ma'ruf nahi mungkar dan mengangkat derajat kaum Muslimin.
Buku ini adalah pemenang pertama penulisan Sirah Nabawiyah yang diselenggarakan Rabithah Alam Islami ( Saudi Arabia ). Penulisnya. Syaikh Syafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury, seorang ulama yang berbasis salafiyah tablighiyah harakiyah sehingga memberikan sentuhan ashalah (orisinalitas), ruhiyah (spritual) dan waqi'iyah (aktual) pada buku ini.
Buku ini menyajikan salah satu sisi Sirah Nabawiyah yang sangat diperlukan oleh gerakan Islam Kontemporer dalam membina militansi keislaman kader-kadernya. Ditulis dengan metode tafsir al Qur'an dengan sirah nabawiyah, sehingga memberikan wawasan historis dan sekaligus sistem kaderisasi yang terkandung didalam peristiwa-peristiwa yang diabadikan al-Qur'an.
Tak ada negeri yang paling geram terhadap gerakan Islam selain Amerika Serikat! Dalam buku ini, poin demi poin dari makar Amerika yang diterapkan terhadap Dunia Islam dibeberkan bahkan data rahasia dan dokumentasi penting yang yang diekspos di dalamnya- antara lain- bersumber dari ‘kandang' Amerika sendiri.
Melalui Sirah Nabawiyah insya Allah kita dapat memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna, yang tercermin di dalam kehidupan Nabi saw, sesudah ia dipahami secara konsepsional sebagai prinsip, kaidah, dan hukum. Sirah Nabawiyah merupakan upaya aplikatif yang bertujuan memperjelas hakikat Islam secara utuh dalam keteladanannya yang tertinggi, pada pribadi Muhammad saw.
Buku ini sangat istimewa karena menguraikan secara rinci 42 (empat puluh dua) hadits himpunan Imam Nawawi yang dikenal di dunia Islam sebagai Hadits Arbain Nawawiyah. Hadits-hadits ini sendiri merupakan rangkuman pokok-pokok ajaran Islam yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw.
Sayyid Quthb merampungkan tafsir ini di dalam penjara selama kurun waktu lebih dari sepuluh tahun, kemudian mengakhiri hidupnya di tiang gantungan sebagai syahid. Ia membayar keyakinannya dengan darahnya. Dan tafsir ini adalah lukisan keyakinannya. Ia adalah tafsir iman atas Al-Qur'an, kata adiknya, Muhammad Quthb.
Di antara penopang utama peradaban Islam setelah akidah adalah ilmu. Ilmu menjadi kunci utama mejunya peradaban Islam di masa lalu. Namun sejak tercerabutnya tradisi keilmuan dari dada kaum muslimin, sejak itulah umat Islam tertinggal dalam segala hal. Padahal al-Qur'an merupakan inspirator utama tradisi keilmuan. Kandungannya tidak pernah kering dari dasar-dasar ilmu dan teknologi. Ayat-ayatnya senantiasa merangsang pembacanya untuk menggali potensi dari berkarya secara maksimal.
Amanah dakwah tak pernah sunyi dari rintangan, hingga tak jarang diantara kita undur diri dari barisan kafilah suci ini. Disinilah peran penting buku ini. Antum harus menyimaknya, karena berbagai macam taujih dari para ustadz kita yang direkam dalam buku ini, insya Allah bisa menjadi penyegar rohani Antum, seberat apa pun kendala yang menghadang. Semoga gelora semangat Antum selalu terjaga.
Dalam sebuah gerakan dakwah, proses taqwim (evaluasi dan promosi kader) mutlak diperlukan. Namun adakalanya dilakukan dalam bentuk yang tidak benar, karena dilatarbelakangi oleh ‘kebanggaan pemikiran' atau kesenangan menggunjing orang, atau ekstrimisme pandangan (ghuluw nazhari). Buku ini memuat rambu-rambu dalam men-taqwim, agar proses tersebut dapat mencapai sasaran dengan benar.
Fungsi dan peran strategis keluarga dalam kehidupan manusia sangat menentukan warna dan kualitas individu dan masyarakatnya. Dengan kata lain, kualitas individu dan masyarakat dipengaruhi oleh kualitas keluarga.
Kecemasan adalah watak kehidupan dan merupakan problem universal umat manusia. Sekalipun kecil, buku ini berhasil mengurai tentang sebab-sebab dan jenis-jenis kecemasan, sekaligus menawarkan terapi Islami yang jitu untuk mengobatinya.
Maka banyak diantara kaum muslimin yang memiliki kelayakan untuk ikut mengemban tugas dakwah, sekiranya mereka memiliki kesadaran dan motivasi untuk itu. Mereka bagai tambang emas yang belum digali. Jika telah mendapatkan sentuhan yang tepat, mereka bisa memeberikan kontribusi dalam mempercepat gerak laju perubahan umat. Namun upaya menumbuhkan kesadaran dan motivasi ini tidaklah mudah. Memerlukan kearifan, ilmu dan pengalaman. Terutama pada tahap-tahap awal memulai langkah dakwahnya, ia memerlukan titik tolak atau permulaan yang kuat, insya Allah ia akan terus bersemangat hingga akhir. Tetapi bila titik tolaknya lemah, bisa jadi ia berhenti di tengah jalan. Padahal di jalan dakwah ini tidak boleh ada orang yang berhenti atau putus di tengah jalan, karena sangat berbahaya, baik bagi kehidupan pribadinya maupun bagi ummat.
Sekarang ukhuwah sudah menjadi utopia yang sulit digapai, keretakan menjadi problema akut yang menimpa nyaris semua elemen umat, sehingga potensi besar yang dimilikinya menjadi mandul. Bagaimana mendiagnosis dan mengobati penyakit umat ini? Dengan pengamatan sosial yang tajam dan penguasaan dalil-dalil syar'i, penulis mencoba menyumbangkan tenaga dan pikirannya untuk mengobati penyakit tersebut.
Bila kaum Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nashrani meyakini bahwa Isa as. telah disalib dan dikubur, maka kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa as. diangkat oleh Allah. Harun Yahya dengan segenap reputasi keilmuannya berhasil membentangkan dalil-dalil orisinal dan valid, untuk mengukuhkan keyakinan terhadap Isa as |