Menparekraf Nilai Ekspor Ekonomi Kreatif Meningkat Pesat Berkat Pelatihan Ekspor AKI

Read Time:3 Minute, 19 Second

robbanipress.co.id, Jakarta – Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan akan menyelenggarakan program kelas ekspor bagi lulusan Asesmen Kreatif (AKI) di Indonesia.

Asesmen Kreativitas Indonesia (AKI) merupakan proyek untuk memajukan ekonomi kreatif. /Penguasa di Indonesia. Tahun ini menandai tahun keempat diperkenalkannya AKI.

Sebagai salah satu rangkaian acara AKI 2024, Kelas Ekspor 2021-2023 bertujuan untuk membantu lulusan AKI mendapatkan pemahaman lebih dalam mengenai proses ekspor. IC Karim, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan PPEJP saat ini merupakan pusat pelatihan ekspor yang telah mengembangkan lebih dari 80 kursus pelatihan di berbagai tingkatan.

Menemukan pasar ekspor yang potensial, memahami peraturan dan hukum ekspor, mengelola logistik dan transportasi, serta cara menghitung biaya dan keuntungan. “Salah satu kelebihan di sini adalah sifat materi yang sangat komprehensif dan dukungan tenaga pengajar yang semuanya merupakan praktisi yang terampil di bidangnya,” jelas Icy.

Kelas Ekspor AKI 2024 mencakup berbagai aspek pembelajaran penting dalam ekspor, meliputi pengertian, tujuan, prosedur, dan biaya. Di kelas ini peserta akan diajarkan tentang berbagai komponen ekspor. Peserta terpilih akan mengikuti Kelas Ekspor AKI “Simulasi Plus Manajemen Ekspor Impor” yang diselenggarakan di Balai Diklat Pelayanan Ekspor dan Perdagangan pada tanggal 1-8 Maret 2024. (PPEJP), Kementerian Perdagangan, Jakarta.

Selama tiga tahun, Asesmen Kreatif Indonesia telah mengumpulkan sekitar 1.200 pelaku kreatif yang terdaftar sebagai alumni AKI. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai dengan tugas dan kegiatannya mendorong pengembangan usaha kreatif dan kreatif, khususnya dengan membantu lulusan AKI agar siap memasuki pasar internasional.

Secara keseluruhan, Kelas Ekspor merupakan investasi berharga bagi pelaku ekonomi kreatif yang ingin memasuki pasar ekspor atau mengembangkan operasi ekspor mereka. Berkat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, pelaku ekonomi kreatif dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dan mencapai keberhasilan dalam upaya memasuki pasar internasional.

Secara keseluruhan, Kelas Ekspor merupakan investasi berharga bagi pelaku ekonomi kreatif yang ingin memasuki pasar ekspor atau mengembangkan operasi ekspor mereka. Berkat pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, pelaku ekonomi kreatif dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dan mencapai keberhasilan dalam upaya memasuki pasar internasional.

Menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaqa Salahuddin Uno, lulusan AKI rata-rata mengalami peningkatan penjualan sebesar 15-30% setelah lulus AKI. Oleh karena itu, kelas ekspor merupakan rencana strategis berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dan kreatif.

San Diego UNO menargetkan mengalokasikan US$25-28 miliar tahun ini untuk sektor ekonomi kreatif, khususnya ekspor, untuk mempromosikan peluang usaha dan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.

“Pada tahun 2023, nilai tambah ekonomi kreatif sudah mencapai Rp1,415 triliun, lebih besar dari target Rp1,300 triliun. Namun kita mempunyai pekerjaan rumah (PR) dalam nilai ekspor ekonomi kreatif, dimana peluangnya sangat besar. , “AKI. kata Menteri Ekspor, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sandia saat peluncuran acara kelas bertema “Pelatihan Manajemen Ekspor Impor Melalui Simulasi” di Pusdiklat SDM Pelayanan Ekspor dan Perdagangan, Jumat (3/1/2024). (PPEJP), Jakarta Barat.

Kegiatan kelas ekspor akan dimulai pada tanggal 5-11 Februari 2024 dengan proses pendaftaran lulusan AKI khusus tahun 2021-2023. Sebanyak 112 pelaku kreatif lulusan AKI tahun ajaran 2021-2023 telah terdaftar pada kelas ekspor dengan rincian 28 merek fesyen, 53 merek kuliner, dan 31 merek kerajinan tangan. Rangkaian acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 19 Februari 2024 oleh Eksport Coach Mr. Mohammed Andriza Sirifudin bertindak sebagai penanggung jawab peserta.

Kurator melaksanakan proses sesuai kriteria penilaian dan evaluasi sesuai kriteria/peraturan Balai Diklat Pelayanan Perdagangan Ekspor Kementerian Perdagangan.

Setelah dilakukan kurasi, terpilih 40 pelaku kreatif dari 112 calon peserta Kelas Ekspor AKI 2024. Dari 40 merek terpilih pada kelas ekspor AKI 2024, 10 merek fashion, 12 kerajinan tangan, dan 18 kuliner. 28 perempuan dan 12 laki-laki berpartisipasi dalam hal ini.

Beberapa merek yang berpartisipasi dari industri fashion antara lain; Banyak juga brand dari industri kerajinan seperti Ma.ja Watch (Tangerang Selatan), Apikmen ((Tangerang Selatan), Creative Batik 9Yogyakarta dan Zee Collection (Purwokerto. Kulit Asli M.A.R.S (Yogyakarta), Bengok Craft (Semarang) dan CV Solo) Banyak brand masakan seperti Beat International (Solo) dan Saladin Kentang Magic (Bogor), Dapur Sehati (Situbondo).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Wuling Kuasai Pasar Mobil Listrik Nasional di Dua Bulan Awal 2024
Next post 7,48 Juta Wajib Pajak Lapor SPT Tahunan per 12 Maret 2024